![]() |
| Photo By Dili S Timor |
"Aduh bingung neh hasil fotoku kok
kalo kuterangin orangnya terlihat jelas tapi latar belakangnya jadi
flat, ku gelapin belakangnya bagus tapi orangnya jadi gelap", ujar
temanku ketika kita lagi hunting di suatu pantai. Perlu diketahui hal
ini disebabkan kontras yang sangat tinggi antara orang dan latar
belakang. Ada beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut diatas
yang antara lain dengan cara menggunakan reflektor sehingga orangnya
mendapat cahaya yang cukup dan hampir mendekati kecerahan dari latar
belakang atau dengan tidak memaksakan mengambil foto dengan angle atau
komposisi tersebut tersebut yaitu dengan memindahkan orang atau model
dengan latar belakang yang kontrasnya tidak terlalu tinggi atau dengan
cara memberi cahaya tambahan ke orang tersebut dengan menggunakan flash.
Disini saya mencoba untuk sharing yang menggunakan flash sebagai cahaya
tambahan. Untuk menggunakan flash di outdoor ada beberapa hal yang
perlu diperhatikan tetapi yang paling utama yang harus kita ingat disini
kita telah bermain dengan dua cahaya yaitu
- Available light yaitu dari Matahari yang sifatnya continues light dan
- Flash yaitu dari flash kita yang sifatnya non continues light.
Menggabungkan kedua lighting
tersebut dinamakan mixing lighting yang mana keduanya memiliki perbedaan
perlakuan dalam mengontrol ekposurenya. Secara gampang-gampangan adalah
continues light yang mengontrol adalah dari speed dan untuk non
continues light yang mengontrol ekposure adalah diafragma. Lebih
detailnya lagi lagi kekuatan flash dipengaruhi dari GN (guide number)
yang menunjukan kekuatan output dari flash, jarak antara flash dengan
model.
Beberapa langkah untuk mengambil foto dengan mixing lighting :
- Set Kamera secara Manual dimana kita diberikan kekuasaan penuh dalam mengontrol ekposure
- Tentukan Flash mau on shoe atau off shoe (strobist), di contoh foto dibawah ini saya menggunakan 2 flash satu sebagai master (on shoe) dan satunya saya jadikan slave (remote) dan keduanya mode M.
- Lakukan metering terhadap continues light dulu yaitu pada background atau latar belakang sampai mendapatkan foto yang kamu inginkan. Perlu diingat hasil metering disini juga mempengaruhi berapa output yang harus dihasilkan flash untuk memberi cahaya kepada model. apa yang mempengaruhi adalah angka diafragma. Semakin keci diafragma (angka besar) maka semakin besar output yang harus dikeluarkan oleh flash. Jadi kita harus mengkombinasikan atara speed dan diafrgama juga ketika metering. "kalau begitu kita gunakan speed paling tinggi aja untuk mendapatkan diafragma besar agar flash kita cukup mencahayai model?". Saya jawab bisa dan tidak, saya jawab tidak karena flash memiliki kecepatan maksimum untuk syncro (ngobrol) dengan kamera kita yang biasanya sekitar 1/200 atau 1/250 kecuali Nikon D70 yang bisa sampai 1/500. Saya jawab bisa juga karena ada beberapa flash yang memiliki fasilitas high speed syncro bisa sampai 1/1000 tapi juga memiliki keterbatasan karena akan cepat menghabiskan daya battery. (coba cari di mbah google yang bahas cara kerja high speed syncro).Lalu bagaimana cara mengontrol ekposure agar kita peroleh masih dibatas speed syncro? Aku biassanya menggunakan iso terendah agar diperoleh speed maksimum 1/200 dan difragma tidak terlalu kecil.
- Atur komposisi , letak flash dan ouputnya
Suasana foto diatas
sebenarnya langit cukup menarik karena awan terlihat cukup menggumpal,
bila kita mengambil metering di langit maka yang didapat adalah ketiga
orang/model di foto tersebut akan under ekposure. Untuk mendapatkan
detail awan (latar belakang) dan model terlihat jelas maka saya
menambahan 2 flash lagi, seperti terlihat pada foto diatas. Satu pada
kamera dan satu lagi dipegangin teman saya. Foto dibawah ini adalah
hasil dari setup lighting diatas.

Dan dibawah ini beberapa contoh foto-foto yang menggunakan flash.


Semoga sharing ini dapat membantu
Salam Photography


0 komentar:
Posting Komentar