6. Gunakan pancingan
Kumbang, lebah, dan kupu-kupu. Semuanya ini gemar menghisap madu dari bunga, khususnya pada saat musim panas. Bagi para fotografer, Anda juga dapat membuat sekumpulan kupu-kupu dengan memberikan anggur merah manis atau madu.
Ketika digunakan dalam fotografi makro, lensa zoom dapat membantu menghasilkan foto dengan depth of field yang sangat tajam pada subjek. Anda dapat mengubah titik berdiri Anda sehingga dapat menangkap objek dari samping.
8. Gunakan Bayangan
Dalam banyak kasus, bayangan kurang menguntungkan. Tidak seperti pada contoh foto ini, bayangan berbentuk baris “berjenjang” kelopak bunga. Di foto ini, bayangan sangat diperlukan karena bayangan merupakan satu-satunya cara untuk menaikkan lembaran individu dari satu kelopak dengan kelopak lainnya. Untuk menghindari bayangan terlalu keras, letakkan sebuah kertas putih atau Styrofoam pada sisi berlawanan cahaya untuk meringankan bayangan.
9. Membuat Windshield
Salah satu tantangan fotografer makro dengan objek bunga adalah angin. Solusinya adalah dengan sebuah kotak transparan yang salah satu sisinya dibuat lubang untuk memasukkan lensa kamera. Kotak transparan tersebut akan menahan angin, sehingga Anda dapat memotret objek bunga dengan lebih mudah karena tidak ada angin yang menggangu lagi.
Dengan pemilihan format gambar, Anda dapat memengaruhi hasil pengambilan gambar. Format gambar ini memiliki kontribusi untuk menyeimbangkan subjek. Objek dengan posisi tidur biasanya akan berbentuk horizontal, sedangkan objek vertical akan menggunakan format portrait.

0 komentar:
Posting Komentar